Minggu, 29 Mei 2011

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Para peserta ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diingatkan agar tidak melakukan kecurangan dan kesalahan selama mengikuti ujian tertulis. Sebab lembar jawaban SNMPTN akan diperiksa Anticrime device (ACD) di mana alat tersebut akan langsung menggaris merah peserta yang diketahui melakukan kecurangan atau kesalahan. “Jika mereka melakukan kecurangan, maka hasil pekerjaan pada lembaran jawaban ujian (LJU) akan digaris merah alias tidak lulus,”kata Pembantu Rektor I Universitas Hasanuddin (Unhas) Dadang Achmad Suryamihardja di Makassar kemarin.

Untuk diketahui, ujian SNMPTN tahun ini dilaksanakan oleh panitia lokal 80 Universitas Negeri Makassar (Panlok UNM) dan Panlok 82 Unhas. Pelamar Unhas tahun ini mencapai 21.645 orang atau naik sekitar 800 pelamar dibandingkan 2010 lalu. Sementara pelamar di UNM mencapai 13.153 orang. Panitia mengingatkan,LJU yang digaris merah adalah jika beberapa peserta memiliki sedikitnya 10 jawaban yang salah atau 6 jumlah jawaban salah dengan pola yang sama.

Sesuai ketentuan Panitia Pusat SNMPTN,LJU hanya boleh diisi dengan pensil 2B saja, kecuali kalau pernyataan dan tanda tangan.Pengisian dengan alat tulis lain akan berakibat isian tersebut tidak terbaca oleh komputer. Selain itu, LJU tidak boleh kotor,robek,terlipat,atau basah. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian, hapuslah bagian yang salah dengan karet penghapus dengan baik, bersih, lalu isi kembali dengan data yang benar.Pada waktu menghitamkan satu bulatan,harus sehitam mungkin,tetapi jangan sampai merusak kertas atau LJU.Seluruh bulatan harus dihitamkan sampai penuh dan jangan sampai keluar dari bulatan.

“Jika dalam satu kolom yang sama ada dua atau lebih bulatan yang dihitamkan, isian tersebut salah,” kata Dadang. Ketua Panlok 80 UNM Asnawi juga mengingatkan agar semua peserta tidak melakukan kecurangan.Peserta yag ketahuan bekerja sama tidak akan ditolerir bahkan langsung dinyatakan gugur. Pihaknya juga menjelaskan pelaksanaan ujian Panlok 80 bekerjasama dengan UIN persiapan ujian tidak menuai kendala. Bahkan pihaknya berharap ujian berjalan lancar dengan diawasi sedikitnya 1.238 pengawas dan 577 ruangan.

Pengawasan Ketat

Ketua Pelaksana SNMPTN 2011 Herry Suhardiyanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat dalam pelaksanaan SNMPTN yang digelar secara serentak besok. Kini, soal dan lembar jawaban umum (LJU) sudah didistribusikan ke masing-masing panitia lokal. Selain itu, setiap ujian tidak boleh melebihi kapasitas 20 peserta agar mudah diawasi. Herry mengatakan,sama seperti Ujian Nasional (UN), setiap ruang ujian akan menerima set paket soal yang terdiri dari beberapa kode soal berbeda. “Kami akan antisipasi setiap tindak kecurangan,” jelas Herry di Jakarta kemarin.

Pihaknya juga sudah mengantisipasi adanya perjokian dalam penyelenggaraan SNMPTN. Beberapa modus yang sudah tercium ialah menggunakan telepon seluler untuk memberikan jawaban.Akan tetapi,dengan keterlibatan semua pihak terutama pihak kepolisian dalam pengawalan soal,maka kecurangan dapat diatasi. Herry meminta agar semua peserta SNMPTN untuk tidak tergiur dengan penawaran apapun dari pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyatakan mampu untuk meluluskan. Pihaknya sudah mencium beberapa pihak yang melakukan briefing kepada peserta dan diarahkan untuk melakukan tes di lokasi tertentu.

Karena itu, pihaknya meminta semua pihak waspada. Terpisah, Bendahara SNMPTN Rachmat Wahab mengatakan, pihaknya akan mengusahakan semua peserta tidak dirugikan semasa SNMPTN ini. Sehingga bagi siswa yang sakit akan didatangi langsung oleh petugas jika tidak dapat bangun dari tempat tidur.Atau bisa saja kepada yang sakit dapat dibawa dengan ambulans ke lokasi ujian terdekat. “Kalau sakit lapor sehari sebelumnya,”terangnya.

Rektor UNY ini menuturkan, panitia juga akan memberikan perhatian khusus kepada peserta tuna netra, low vision, dan tremor.Rachmat juga mengungkapkan, panitia SNMPTN tahun ini menerima Rp81 miliar khusus dari pendaftaran saja. Jumlah ini mengalami kenaikan dari tahun lalu yang hanya mencapai Rp71 miliar. Demikian catatan online Beni yang berjudul Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

1 komentar:

vira mengatakan...

hii salam kenal iya dari vira .. :)
jangan lupa mapir keweb vira iya di http://www.rumahkiat.com/ vira mau berbagi pengalaman nih.:)
wah bagus juga iya blog ka2 ... ^_^ good luck iya.....

 
 
Copyright © Beni 2011 All Rights Reserved hariagustomonugroho@