Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) SMB II mengimbau masyarakat Sumsel dan pengguna transportasi air mewaspadai banjir dan gelombang tinggi pada puncak musim penghujan November-Desember mendatang.
Selain memprediksi adanya peningkatan curah hujan, BMKG juga memperkirakan hujan disertai angin kencang.Kondisi ini tentunya membahayakan, terlebih bagi kapal penyeberangan dari maupun menuju Palembang. Sebab bukan tidak mungkin kondisi gelombang akan mencapai ketinggian dua hingga empat meter. “Memasuki awal musim penghujan ini yang harus diwaspadai hadirnya angin puting beliung.
Sementara pada puncak musim penghujan mendatang harus diantisipasi banjir dan tingginya gelombang. Untuk itu,kita akan terus memantau kondisi cuaca agar segala sesuatunya bisa cepat diatasi,”ujar Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi BMKG SMB II Agus Santosa kepada SINDO kemarin. Menurut Agus, tingginya curah hujan pada puncak musim yakni November-Desember dan Maret- April berdampak pada meningkatnya intensitas air,baik itu di sungai maupun di laut.
Tentunya luapan akan terjadi sehingga berdampak pada banjir. Untuk itu perlu diantisipasi sejak saat ini sepeti dengan membersihkan saluran dan sungai. “Puncak musim penghujan berdasarkan prediksi ada dua kali, yakni pada November-Desember dan Maret-April. Bulan tersebut harus diwaspadai,”katanya. Selain akan berdampak banjir, puncak musim penghujan biasanya berpengaruh terhadap tingginya gelombang di Selat Bangka.
Saat ini tinggi gelombang di kawasan yang terkenal rawan itu mencapai 0,7 - 2 meter.Akan tetapi, jika pada puncak musim penghujan gelombang bisa mencapai diatas 2 meter hingga 4 meter. Dengan kondisi yang ada,diharapkan kepada nahkoda kapal dan pihak administrasi pelabuhan (Adpel) untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika perlu,kapal harus menunggu hingga gelombang reda baru berangkat.“Informasi sekecil apapun akan kita berikan kepada pihak pelabuhan dan Adpel.
Dengan begitu mereka akan mengatur jalur pelayaran sehingga aman,”kata dia. Agus menambahkan, biasanya pada puncak musim penghujan,cuaca sangat ekstrim yakni hujan disertai angin kencang. Kondisi inilah yang akan membuat gelombang tinggi hingga dapat menjungkalkan kapal. Diharapkan pada kondisi tersebut nahkoda mengetahui kapan harus mencari tempat yang aman biasanya di perairan Sungsang. “Gelombang ini ada saatnya tinggi dan ada juga saatnya tenang.
Pada saat tenang itulah akan dimanfaatkan nahkoda untuk berlayar. Jika tinggi mereka akan merapat di perairan Sungsang. Akan tetapi kita harapkan para nahkoda untuk tidak mengambil resiko melanjutkan pelayaran sehingga menyebabkan hal yang fatal,”jelas dia. Sementara itu Kepala Pelabuhan 35 Ilir A Ansori menambahkan, biasanya jika kondisi cuaca buruk pihak Adpel akan mengeluarkan maklumat.
Dengan kondisi tersebut semua kapal dilarang untuk berlayar.Akan tetapi, dengan kondisi seperti sekarang ini pelayaran kapal masih tergolong aman dengan ketinggian gelombang 0,5-1,5 meter. “Tujuh kapal yang ada saat ini masih tetap beroperasi. Dengan ketinggian gelombang 0,5-1,5 meter penyeberangan masih aman, terkecuali bagi kapal kecil.Hanya dengan gelombang 1 meter kapal kecil akan oleng dan berbahaya,” tukasnya.
Kamis, 07 Oktober 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar