Kamis, 05 Agustus 2010

Pelantikan 6 Bupati Terancam Molor

Pelantikan enam pasangan bupati dan wakil bupati terpilih hasil pilkada 23 Juni lalu terancam tak terlaksana tepat waktu.Penyebabnya,hingga kemarin,Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum menerbitkan surat keputusan (SK) pelantikan.


Yang paling terancam adalah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pangkep terpilih Syamsuddin Hamid-Rahman Assegaf. Sebab, minus dua hari berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pangkep periode 2005-2010, 7 Agustus besok,tapi rencana pelantikan belum dipastikan. Selain Pangkep, pelantikan lima bupati dan wakil bupati yang dijadwalkan dilaksanakan bulan ini,yakni Maros (10 Agustus),Barru (11 Agustus), Gowa (13 Agustus), Soppeng (15 Agustus),dan Luwu Timur (27 Agustus) juga belum mendapatkan SK. Sekprov Sulsel A Muallim,yang dikonfirmasi Seputar Indonesia (SI), membenarkan, belum diterimanya SK pelantikan dari Kemendagri.

Menurutnya,untuk mempercepat penerbitan SK, pemprov telah mengirimkan utusan ke Kemendagri guna melakukan pressure (tekanan) agar SK tersebut diterbitkan tepat waktu. “Sampai saat ini pemprov belum menerima SK pelantikan dari Kemendagri. Padahal, pemprov sebelumnya telah mengirimkan kawat mengenai jadwal pelantikan yang akan dilakukan bulan ini,” kata A Mualim di Baruga Sangiangseri, rumah jabatan (rujab) Gubernur Sulsel kemarin. Untuk mengantisipasi keterlambatan penerbitan SK pelantikan, Pemprov Sulsel akan menunjuk pelaksana tugas bupati di enam daerah tersebut.Kemungkinan besar masing-masing Sekretaris Kabupaten (Sekkab) menjadi pelaksana tugas (Plt) sementara mengingat tenggang waktu penerbitan SK dengan masa berakhirnya jabatan bupati, tidak terlalu lama.

“Kecuali sampai makan waktu hingga satu bulan, baru ditunjuk caretaker,”ujarnya. Selain itu, pemprov juga telah mengirimkan surat ke pemerintah kabupaten (pemkab) agar segera melakukan koordinasi dengan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD setempat untuk membahas jadwal dan waktu pelantikan.Diharapkan, pemkab melakukan persiapan sehingga pelantikan bisa dilaksanakan tepat waktu. Jika DPRD dan Pemkab telah sepakat mengenai jadwal dan waktu pelantikan, diharapkan untuk segera melakukan pengusulan ke gubernur. “Ini penting karena jadwal pelantikan bupati dan wakil bupati rata-rata berdekatan sehingga harus diusulkan sejak awal ke pemprov,”tambahnya.

Selayar 30 September

Sementara itu,KPU Kepulauan Selayar telah mengagendakan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Syahrir Wahab dan Saiful Arief (Syiar) pada 30 September. Penjadwalan itu sebagai tindak lanjut atas ditolaknya gugatan pasangan kandidat bupati Samsul Alam Ibrahim-Ince Langke (Samai Ince) di Mahkamah Konstitusi (MK).“Penetapan pelantikan Bupati Selayar itu bersifat final dan sudah tidak bisa diganggu gugat,” papar Ketua KPU Selayar Sulfinas Indra,kemarin.

KPU Selayar secara resmi akan menyerahkan hasil penetapan pilkada ke DPRD Selayar, hari ini. “Selanjutnya, DPRD Selayar memiliki tiga hari waktu untuk menyerahkan hasil penetapan pilkada dan agenda pelantikan Bupati Selayar ke Mendagri lewat gubernur. Rangkaian mekanismenya dalam pilakda begitu,”ujarnya. Juru bicara pasangan Syiar Daeng Mangeppek yang dikonfirmasi SI mengaku, sangat puas dengan agenda pelantikan yang telah dikeluarkan oleh KPU Selayar.Dia mengimbau kepada semua tim Syiar agar tidak bereaksi berlebihan mendapat kabar gembira itu.

“Saat pelantikan pasangan Syiar, tim pemenangan tak akan mengagendakan pesta besar. Pak Syahrir Wahab juga telah memberikan instruksi untuk menggelar pelantikan secara sederhana, paling syukuran,”tandasnya.

0 komentar:

 
 
Copyright © 2012 Beni All Rights Reserved
Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia