Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) segera menarik gula rafinasi dari pasaran.
Ketua Komisi B, Sri Rahmi mengungkapkan, peredaran gula rafinasi harus dihentikan, karena dinilai peruntukkannya bukan untuk kebutuhan rumah tangga (RT) atau konsumsi harian, melainkan untuk kebutuhan industri. Menurut Politisi PKS ini menjelaskan, meski harga gula tersebut jauh lebih murah bila dibandingkan gula lokal dengan kualitas yang nyaris sama, namun tetap tidak bisa beredar di pasaran. “Meluasnya peredaran gula ini bukan kesalahan distributor.Tapi, karena lemahnya pengawasan Disperindag yang mengakibatkan gula itu bebas dijual bukan pada tempatnya,” tegas Sri, kepada Seputar Indonesia(SI),kemarin.
Dia menambahkan, Disperindag seharusnya menjalankan fungsi pengawasannya secara maksimal, khususnya mengawasi peredaran gula tersebut pada tingkat suplair sebelum ke konsumen.Apalagi, petugas lapangan dinas ini sangat banyak dan harus dimanfaatkan. Disperindag, lanjut dia, harus lebih bersikap proaktif dan tidak selalu mengharapkan pengaduan dari konsumen. Mengingat,warga yang membeli atau mengonsumsi gula rafinasi itu,tidak mengetahui apa-apa. “Harus segera ditarik, kalau perlu sebelum memasuki Ramadan. Kalaupun tetap dipasarkan, itu pada toko swalayan saja dan disertai dengan pelabelan nama gula rafinasi,”harapnya.
Menanggapi desakan dewan, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag, Daddy Hermadi berjanji, akan melakukan koordinasi secepatnya dengan Kepala Dinas (Kadis) untuk meminta kebijakan melakukan penarikan gula itu. Dia beralasan, semua itu menjadi kewenangan atasannya. “Memang di pasar tradisional banyak beredar gula itu,dan saran dewan untuk melabelkan nama gula rafinasi segera ditindaklanjuti,” imbuhnya. Di temui di tempat terpisah,Kepala Disperindag, Takdir Hasan menyatakan, pihaknya setiap saat memantau perkembangan di pasar- pasar tradisional, baik yang berkaitan dengan produk,maupun kenaikan harga-harga.
“Setiap pekan ada laporan masuk dari tim.Hasil itulah yang dijadikan patokan, untuk melakukan pengawasan atau sidak,” papar Takdir, saat ditemui seusai menghadiri rapat persiapan bazar nasional dan pasar murah,di Kantor Wali Kota. Disinggung mengenai harga sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Ramadan,Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMP) Makassar ini,mengaku masih normal. Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan pemantauan.
“Kalau misalnya ada kenaikan yang melebihi batas kewajaran, kami langsung mengecek ke distributornya. Tentu bila melanggar, kita minta dihentikan,”tandasnya.
Kamis, 05 Agustus 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar