Minggu, 15 Agustus 2010

Bandara Ngloram Segera Terwujud

Keinginan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengoptimalkan lagi Bandara Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora segera terwujud.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo kini terus melobi pemerintah pusat agar dipermudah dalam proses izin penggunaan lahan bandara itu. Hingga kini bandara sepanjang 1.000 meter yang mangkrak ini masih dalam penguasaan Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pemprov Jateng berencana mengubah Bandara Ngloram menjadi bandara umum seiring ekplorasi dan eksploitasi di Blok Cepu.Gubernur mengaku Wakil Presiden Boediono sudah menyatakan dukungannya terhadapproyektersebutdan siap untuk merealisasikannya. “Beliau (Wapres) memberikan atensi untuk segera mencari solusi persoalan ini,” katanya kemarin.

Gubernur mengungkapkan, selama ini rencana pembangunan Bandara Ngloram terus tertunda karena terganjal izin pemerintah pusat. Untuk mengubah statusnya dari bandara khusus ke bandara umum, diperlukan pengalihan kepemilikan. Sejak dibangun 1978, Bandara Ngloram dimiliki oleh PPT Migas dan saat ini bagian dari aset Pusdiklat Migas Kementerian ESDM.“Saya sudah minta waktu Pak Wapres, dalam waktu dekat akan kembali menghadap dan menyelesaikan masalah ini.

Kalau masalah ini terkatung-katung terus, masyarakat yang akan dirugikan,” tandas mantan Pangkostrad ini. Pengembangan Bandara Ngloram akan memberi nilai tambah untuk memajukan perekonomian daerah. Keberadaan eksplorasi Blok Cepu jelas memerlukan dukungan berbagai infrastruktur,termasuk bandara.Pembangunan tersebut, nantinya akan berkembang dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas yang lain, seperti penginapan, hotel, jalan dan sebagainya.

Selain Bandara Ngloram, pihaknya sudah membicarakan mengenai pengembangan Bandara Ahmad Yani. Pasalnya, pengembangan bandara yang menjadi pintu gerbang Jateng tersebut terhambat gara-gara pemerintah pusat tidak memberikan dukungan penuh atas pembangunan tersebut. “Buktinya, dananya tidak caircair. Kalau seperti ini, kapan Jateng akan maju seperti daerah lain.

Sementara bandara kita itu sudah bandara kuno, jauh dibanding dengan bandara-bandara lain,” tandasnya. Berdasar kajian Dishub Jateng dan Bappeda Blora, kegiatan eksplorasi dan eksploitasi Blok Cepu menyebabkan 2.000 orang ekspatriat tinggal di sekitar Cepu.Bila diasumsikan setiap orang melakukan perjalanan keluar lokasi sebulan sekali dan 20% di antaranya menggunakan pesawat, pengguna jasa penerbangan rata-rata setiap harinya sebanyak 13-14 orang orang pulang dan pergi.

Bupati Blora Yudi Sancoyo sebelumnya mengungkapkan,untuk memulihkan kondisi bandara yang saat ini mangkrak seperti kondisi sebelumnya, dibutuhkan investasi sekitar Rp16,5 miliar. Bila ditambah berbagai fasilitas penunjangnya bisa mencapai Rp40 miliar. Sampai saat ini sudah ada tiga investor swasta yang tertarik untuk menanamkan modal di lokasi tersebut, masing-masing PT Kura-kura Resort, PT Air Mandiri Surabaya, dan Tono Kalla.

0 komentar:

 
 
Copyright © 2012 Beni All Rights Reserved
Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia