KEPADATAN penduduk merupakan salah satu permasalahan klasik yang dialami suatu kota maupun kabupaten.Apalagi seperti Kota Cimahi yang merupakan kota kecil dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi.
Dalam permasalahan kepadatan penduduk yang pelik, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Cimahi menjadi pilar penting bagi Pemkot Cimahi. Melalui program Keluarga Berencana (KB),TP PKK Kota Cimahi selama ini menjaga laju pertumbuhan dan kepadatan penduduk agar berjalan stabil. Ketua TP PKK Kota Cimahi Atty Suharti Tochija menuturkan,selama ini rutin memberikan pelayanan KB sebanyak lima kali dalam satu tahun.
Meski awalnya program KB sulit diterima masyarakat, saat ini perkembangannya justru sangat baik.Dia menyebutkan akseptor KB aktif pada satu tahun pertama terbentuknya Kota Cimahi (2002) baru mencapai 3.924 orang.Jumlah akseptor KB menunjukkan angka yang positif saat pendataan terakhir pada 2009. Berdasarkan data, jumlah akseptor KB di Kota Cimahi mencapai 70.382 orang.
”Sosialisasi terhadap program penanggulangan kepadatan penduduk ini dilakukan melalui berbagai arah.Namun,sosialisasi yang paling efektif memang dilakukan oleh kader PKK,”ujarnya. Ini menjadi efektif,karena kader PKK berada di dalam kelompok terkecil masyarakat. Dengan demikian, para kader inilah yang mengetahui betul, mana saja masyarakat yang sudah melaksanakan program KB dan mana yang belum.
Menurut dia,kendala pemerintah daerah dalam penyampaian bantuan sosial kepada masyarakat sebenarnya terlihat saat bantuan modal yang diberikan selalu kurang. Setelah ditelaah,ternyata kelompok masyarakat terkecil yang diberikan bantuan itu memiliki anak banyak,mulai dari 8-12 anak per keluarga. Dengan anak banyak,tingkat kemiskinan di kalangan masyarakat semakin tinggi.
Ini disebabkan tingkat kebutuhan ekonomi semakin tinggi pula,karena orang tua harus membiayai anak yang banyak tadi. Maka itu, dibutuhkan pelayanan KB secara intensif hingga semua masyarakat Kota Cimahi melaksanakan program KB.Tingkat kesejahteraan masyarakat saat ini ditentukan besarnya tanggungan yang harus dipikul oleh kepala keluarga.
Atty mengemukakan target PKK untuk menekan angka kepadatan penduduk di Kota Cimahi melalui program KB tidak muluk-muluk. Minimal peran PKK di sini bisa menjaga konsistensi jumlah dan laju penduduk di Kota Cimahi sebesar 2,6% per tahun agar tidak bertambah.
Minggu, 15 Agustus 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar