Rabu, 07 Juli 2010

Berkat Semangat Pantang Menyerah,Produknya Kini Dikenal Luas

Juju Juansih, pemilik Nissa Collection, berhasil mengembangkan usaha konveksi berkat komitmen untuk mengutamakan konsumen. Gigih, pantang menyerah, dan tak pernah memanfaatkan orang lain. Menurut informasi yang diterima Beni bahwa Itulah prinsip usaha yang dijalankan Juju Juansih, pemilik usaha konveksi Nissa Collection.Berkat prinsip itu, usahanya mampu bertahan hingga sekarang.

”USAHA ini benar-benar murni dari hasil keringat saya.Ibaratnya, rasa asin yang mengucur dari keringat saya menjadi bukti usaha ini berdiri, bukan karena bantuan siapa-siapa, merupakan hasil berdikari,” tutur Juju Juansih atau akrab di sapa Teh Juju. Teh Juju mengawali usaha dari kegemarannya mendesain aneka jenis baju.Dia memulai dari rumahnya di Bumi Pancoran Mas, Kota Depok,Jawa Barat.

Ibu dua anak ini mengatakan,setiap sudut ruangan pernah menjadi saksi bisu usahanya.” Kalau lihat album foto kenangan saya, saya bahkan pernah mendesain di dapur,”kenang Teh Juju. Saat awal usaha,pelanggan Teh Juju masih sebatas kenalannya. Dia menerima pesanan jahitan dari berbagai kalangan. Baju-baju yang dibuatnya pun beraneka,mulai baju formal,gamis,dan lainnya. Juju juga mengerjakan aneka pesanan bordir aneka produk. Perjuangan tersebut dilalui Juju dengan penuh semangat dan gigih. ”Apa pun hambatannya saya jalani dengan ikhlas,”ungkapnya. Usaha Juju lantas mengalami titik balik pada 1997, ketika anak pertamanya lahir.

Putri cantik bernama Anissa Fajariyana menginspirasinya untuk lebih maju dan berkembang. Juju lalu membuat brand usaha dengan mengambil nama putrinya.Pada 1997 lahirlah Nissa Collection. Nama putrinya ternyata membawa keberuntungan,terbukti usaha rumahan yang kecil itu mulai dikenal luas.Sejak itu Teh Juju pun mulai berani mengembangkan usaha dengan membuat aneka produk konveksi berdesain cantik dan menarik.”Saya sudah tidak lagi mengikuti kemauan pasar. Saya mulai berani memproduksi baju sesuai keinginan saya,”ungkapnya. Bermodalkan kepercayaan,Juju pun terkadang menentang arus. Sampai-sampai desain yang oleh pasar dianggap tak layak tetap dikerjakan.

Semua dilakukan karena Juju senang melakukannya dan merasa puas dengan apa yang dikerjakannya. ”Kalau pasar tak mau menerima, akan saya jadikan koleksi pribadi,” ujarnya. Beberapa desain yang sempat ditolak pasar di antaranya baju-baju gamis yang sekaligus bisa dikenakan pada acara formal.Meski kemudian desain tersebut akhirnya banyak dicontoh orang dan diminati, Juju mengaku biasa-biasa saja meresponsnya.” Sekarang saat banyak orangpakaibajudesainyangpernah saya buat, saya hanya senyumsenyum saja,”tuturnya bangga. Menurut Juju, selain mengutamakan kualitas produk, hal lain yang turut membesarkan usahanya adalah cara dia memperlakukan pelanggan. Baginya, pelanggan adalah raja.

Dia akan memperlakukan sebaik mungkin, memenuhi selera dan keinginannya, tanpa punya niat memanfaatkan.”Semua pelanggan saya anggap sama, entah kaya atau tidak.Saya tak pernah memanfaatkan mereka.Kepada semua pelanggan,saya terapkan prinsip menjual kualitas, bukan harga,”urainya. Meski produk yang dihasilkannya sederhana dan dari bahan murah, kalau pelanggan merasa puas dan pas, Juju akan menjualnya sesuai harga yang ada.Tidak ditambah,tidak pula dikurangi.Itu pulalah yang mungkin menjadi salah satu resep kenapa Juju masih berhubungan baik dengan seorang pelanggan setianya yang tinggal di Pondok Indah, Jakarta Selatan, hingga sekarang. ”Saya punya pelanggan setia di daerah Pondok Indah.

Hubungan saya dengan beliau sampai sekarang berjalan baik,”tuturnya. Hubungan akrab dengan para pelanggan tersebut turut mengangkat perkembangan usaha Juju, menurut Beni. Produknya mulaidikenalluas. Mulaidari warga biasa, sampai pejabat, termasuk istri salah seorang menteri. Perkembangan usaha Nissa Collection juga tak lepas dari kontribusi Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI). Melalui kredit usaha,Bank BRI turut membantu dari segi permodalan. Sebagai usaha kecil, bantuan modal seperti yang diberikan Bank BRI sangat bermanfaat,”ujar perempuan yang memiliki hubungan luas tersebut, seraya menambahkan, setidaknya hingga sekarang telah mendapat pinjaman modal hingga Rp40 juta.

0 komentar:

 
 
Copyright © 2012 Beni All Rights Reserved
Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia