Jumat, 04 Juni 2010

Supir Taksi Tembak Mati 12 Orang

Derrick Bird, 52, seorang supir taksi mengamuk dengan menembak mati 12 orang dan melukai lebih dari 25 orang. Bird mengakhiri aksi dengan bunuh diri. Polisi hingga saat ini masih menyidiki kasus yang mencengangkan publik Inggris tersebut. TragediituterjadidiKota Whitehaven, wilayah Cumbria, bagian barat laut Inggris.Dalam sejarah,ini merupakan penembakan yang paling brutal yang terjadi di Inggris sejak 1996 silam. Polisi menyatakan, Bird memiliki surat izin kepemilikan senjata selama 20 tahun. Publik Inggris pun menyalahkan polisi karena pembatasan kepemilikan senjata api di kalangan warga sipil di negara itu belum terlaksana dengan baik. Bird memiliki sertifikat kepemilikan senjata laras pendek dan lisensi senjata api. Namun, kami tidak mengetahui untuk apa lisensi itu digunakan, ujar pejabat kepolisian Cumbria Stuart Hyde. Bird, pria berusia 52 tahun itu, ditemukan tewas di suatu hutan di dekat Desa Boot tak lama setelah melakukan aksi kejinya itu.

Bird bunuh diri setelah kabur dari lokasi penembakan. Polisi masih menyelidiki motif penembakan, apalagi para korban tampaknya tidak punya hubungan dengan pelaku.Para detektif menyebut, Bird melakukan penembakan secara asal. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi,Bird sempat terlibat pertikaian dengan sesama pengemudi taksi pada malam sebelum penembakan. Kamu tidak akan melihat saya lagi, demikian ujar Bird seperti diungkapkan seorang temannya saat bertengkar dengan seseorang. Dugaan pertengkaran semakin menguat setelah Bird juga ternyata menembak seorang kawan supir taksi bernama Darren Rewcastle. Namun, pengacara keluarga Kevin Commons dan saudara kembar Bird bernama David juga dilaporkan menjadi korban tewas.

Kami memiliki banyak spekulasi, rumor, dan ucapan tidak langsung si pelaku pada malam sebelumnya, ujar Stuart Hyde. Penembakan itu mengundang reaksi dari berbagai pihak di Inggris, menurut informasi yang diterima Beni melalui mesin pencari google. Ratu Elizabeth II bahkan mengaku sangat terkejut dan turut prihatin atas aksi penembakan yang dia sebut sebagai peristiwa horor itu. Sedangkan Perdana Menteri David Cameron menyatakan bela sungkawa kepada para keluarga korban. Di antara korban tewas terdapat seorang perempuan berusia 66 tahun yang sedang berada di dekat rumahnya ketika Bird mengamuk dan juga seorang pensiunan yang saat itu tengah bersepeda. Menurut seorang ahli forensik, para korban rata-rata ditembak di bagian wajah dan tampaknya dilakukan dengan senjata api tipe shootgun.

Dibandingkan di Amerika Serikat,penembakan brutal warga sipil merupakan peristiwa langka di Inggris karena banyak dari mereka dilarang memiliki senjata api. Namun, dalam beberapa tahun terakhir terdapat lebih dari 100 kasus pembunuhan yang dilakukan dengan senjata api di Inggris. Pembatasan kepemilikan senjata api di Inggris kian diperketat setelah dua kasus pembantaian di dekade 1980 dan 1990 silam. Pada tahun 1987, pria bernama Michael Ryan membunuh 16 orang di kota Hungerford.

Lalu pada tahun 1996, Thomas Hamilton membantai 16 anak-anak dan seorang guru di sebuah sekolah dasar di Dunblane, Skotlandia. Di Inggris, sekitar 600.000 orang memiliki senjata api secara legal. Sebagian besar dari mereka adalah petani dan pemburu di pedesaan.

0 komentar:

 
 
Copyright © 2012 Beni All Rights Reserved
Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia